Sumber Gambar : agungwibowo92.blogpot.com
Alternator menjadi komponen
mobil yang penting karena bertugas untuk menyuplai listrik kendaraan Anda.
Alternator akan membantu kendaraan Anda untuk menggerakkan
semua komponen dengan sistem kelistrikan di dalam mobil dan tetap meminimalkan
fungsi baterai.
Baterai mobil Anda hanya akan mampu bertahan hingga 30 menit
saja jika tidak ada alternator ini.
Bila tenaga baterai mobil habis, maka mobil pun akan
kehilangan suplai kelistrikan dengan baik dan membuatnya mogok.
Lalu, apakah yang perlu dilakukan untuk mendeteksi kerusakan
pada sistem alternator ini.
Anda bisa melakukan deteksi sederhana jika alternator mobil
sedang melemah hanya dengan menggunakan satu buah obeng panjang atau besi
panjang.
Pertama, bukalah kap
mesin, lalu tempelkan besi panjang atau obeng tadi ke pulley alternator
dengan keadaan mesin tetap hidup.
Anda diminta untuk sangat berhati-hati ketika sedang
melakukan pengetesan sederhana ini.
Bila Anda merasakan semacam tarikan magnet yang cukup kuat
maka bisa dipastikan jika alternator mobil bekerja dengan baik.
Namun bila hampir tidak ada tarikan magnet pada besi panjang
atau obeng tadi maka dipastikan jika sistem alternator mengalami gangguan.
Cara mendeteksi lainnya adalah dengan memeriksa koneksi yang
terhubung langsung dengan alternator ataupun baterai.
Perhatikanlah sambungan atau kabel apakah ada yang putus
atau tidak, bila terdapat semacam kerusakan maka segera lakukan perbaikan.
Indikasi lain yang bisa menjadi pertanda akan kegagalan
alternator adalah menggunakan indera pendengaran, penciuman dan penglihatan
Anda.
Misalnya bila Anda mendengar bunyi decitan atau bunyi kasar
dari ruang mesin, bisa jadi karena pulley alternator tidak sejajar yang membuat
belt sedikit melintir.
Atau bila Anda mencium bau karet atau kabel terbakar dari
area alternator maka bisa diperkirakan jika belt tidak terpasang dengan baik
dan membuat gesekan.
Sumber: http://carvaganza.com/


0 comments:
Post a Comment