Friday, July 28, 2017

Perhatikan Ini, Jangan Gunakan Oli Diesel Pada Mesin Bensin Toyota Anda

Image result for Perhatikan Ini, Jangan Gunakan Oli Diesel Pada Mesin Bensin Toyota Anda
Sumber Gambar : otomotif.kompas.com
Saat ini terjadi berbagai perdebatan mengenai penggunaan oli diesel pada kendaraan mobil di dunia maya.
Masalah ini pun menjadi kontroversi dan menimbulkan banyak pro dan kontra.
Nah, bagi Anda yang menggunakan mobil juga harus waspada dan usahakan untuk tak menggunakan oli diesel pada mobil Toyota Anda. Berikut ini kelemahan dari oli diesel.
Pemborosan bensin dan emisi gas yang tinggi

Karakter mesin mobil adalah putaran tinggi, jika pakai pelumas diesel yang karakternya untuk putaran rendah, start-up terasa berat dan tidak bertenaga, apalagi jika digunakan di mobil non-matic akan berpotensi selip kopling.

Hal tersebut tentu berhubungan dengan viskositas oli diesel yang cenderung kental. Di pasaran rata-rata 15W-40, kendati ada juga yang 10W-30 seperti Top 1 HD Plus.

Efeknya hambatan mesin lebih berat sehingga konsumsi bensin boros dan emisi gas buang juga tinggi, namun kalau sama keencerannya tentu tidak.
Jika memakai oli diesel, grafiknya seperti gergaji karena putaran mesin berat, sehingga pada saat meng-gas mobil pun harus secara urut.

Bisa menyebabkan keausan pada mesin

Menggunakan oli diesel pada kendaraan yang dirancang untuk oli bensin dikhawatirkan akan timbul gel dan menimbulkan keausan dalam jangka panjang karena Kandungan TBN di diesel 10-12, chemicalnya umumnya Ca (calsium) atau Mg (magnesium), biasanya Ca di diesel 3.500–4.000 ppm, sedangkan pelumas mobil 1.500–2.000 ppm.

Apabila pelumas diesel tersebut digunakan di mobil terus-menerus (lebih dari 1.000 Km), maka kelebihan logam Ca/Mg akan mengendap akibat oksidasi menjadi CaSO4/MgSO4, endapan ini akan bersirkulasi dengan pelumas dan akan menempel di filter oli atau masuk ke celah-celah komponen, dan lambat laun akan membentuk gel.
 Jika itu dibiarkan maka akan terbentuk boundary lubricant dan mengakibatkan keausan.

Keuntungan dari oli mesin diesel dapat diperoleh jika Anda menggunakan kendaraan yang mesinnya memang dirancang untuk oli diesel.
Jika Anda masih lengah dengan tetap menggunakan oli diesel untuk kendaraan Anda yang tipe mesinnya tidak cocok untuk oli diesel maka kekurangan di atas yang Anda akan peroleh.

Jika Anda akan membeli oli diesel lebih baik Anda memperhatikan pertama dari kekentalan, lebih baik cari yang lebih encer agar sirkulasi lebih lancar namun risikonya suara mesin lebih kasar.
Kedua pilih yang tidak mengandung teflon berlebih agar tidak bikin selip kopling, biasanya ada logo donat (conserving 2).


Sumber: www.detik.com

Friday, July 21, 2017

Wakil Toyota Indonesia Sabet Medali di WorldSkills Competition

Image result for Wakil Toyota Indonesia Sabet Medali di WorldSkills Competition
Sumber Gambar : mobilwow.com
Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengirimkan dua karyawan untuk mengikuti ajang otomotif internasional di Brasil. Kedua wakil Toyota Indonesia itu adalah Rifki Yanto dan Hari Sunarto.

Rifki dan Hari, dua karyawan TMMIN, mengikuti Prototype Modelling dan Medallion of Excellence di bidang Plastic Die Engineering pada ajang 43rd WorldSkills Competition. Kompetisi internasional ini digelar di Sao Paulo, Brasil, pada Agustus.

Toyota menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan ikut serta dalam WorldSkills Competition. Toyota yakin hal itu dapat mendukung peningkatan motivasi, pengetahuan, ketrampilan, dan kapabilitas sumber daya manusia di bidang manufaktur.

“Kami ingin menyampaikan terima kasih karena telah diberi kepercayaan dan kesempatan untuk menjadi salah satu wakil Indonesia di ajang WorldSkills Competition,” ujar Wakil Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono.

Rifki Yanto berhasil menyabet medali perunggu dalam kompetisi Protype Modelling. Kompetisi tersebut adalah pembuatan prototype atau model produk baru dengan bahan dasar chemical block, yang meliputi proses desain, manufacturing, finishing, pengecatan, dan perakitan.

Sementara Hari Sunarto meraih Medallion of Excellence untuk bidang Plastic Die Engineering.
“Selamat kepada Rifki Yanto dan Hari Sunarto yang telah bekerja keras mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional dan menunjukkan bahwa kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia sangat kompetitif,” sambung Warih Andang Tjahjono.

Sejak ikut serta pada ajang WorldSkills Competition di 2007, TMMIN berhasil mengumpulkan dua perak, satu perunggu, dan tiga Medallion of Excellence.

Karyawan TMMIN yang akan diikutsertakan acara ini dilatih di bawah bimbingan karyawan terbaik sekaligus pelatih Agung Satriawan.

Pelatih yang lain, yakni Khumarudin, yang membimbing peserta berikutnya adalah peraih medali perak WorldSkills Competition pada tahun 2007.

Sumber: www.kompas.com

Friday, July 14, 2017

Jangan Anggap Enteng Saat Mengatasi “Understeer” dan “Oversteer”

Image result for Jangan Anggap Enteng Saat Mengatasi “Understeer” dan “Oversteer”
Sumber Gambar : otosemi.com
Ketika berkendara sehari-hari, tentu Anda akan menghadapi jalan yang menikung yang mau tak mau harus dilalui.

Jika tak hati-hati, akan timbul gejala yang dinamai understeer atau oversteer akibat putaran setir yang tidak ideal ketika menikung saat melaju kencang.

Understeer akan terjadi ketika mobil bermanuver dalam kecepatan tinggi, sudut belok yang dilalui kendaraan tidak sama besar dengan sudut putaran setir (sudut belok).

Dalam situasi semacam ini, ketika kendaraan akan menikung, arah belokan yang dibutuhkan tidak sesuai yang kemudian menyebabkan pengemudi hilang kendali.

Meskipun kemudi sudah dibelokkan mobil masih terasa terdorong keluar tikungan. Lebih mudahnya bayangkan mobil tidak ingin dibelokkan, meski kemudi sudah diputar penuh.

Untuk menghadapi kondisi ini, menurut modul Indonesia Defensive Driving Center (IDDC), Anda wajib menghindari tambahan putaran kemudi (banting setir).

Untuk mengembalikan bobot kendaraan ke depan, kurangilah tekanan gas sehalus mungkin sehingga traksi roda kembali normal. Lalu, kurangi pula putaran kemudi secara halus dan bertahap.

Sedangkan oversteer merupakan kondisi di mana mobil bermanuver di tikungan juga dalam kecepatan tinggi.

Penyebab terjadinya oversteer adalah karena pengereman yang dilakukan ketika menikung. Ketika lingkar kemudi kendaraan diputar, roda depan akan mengikuti, namun pergeseran ban belakang ke arah depan terjadi.

Nah, hal pertama yang harus dilakukan adalah menghindari akselerasi dan deselerasi secara mendadak atau tiba-tiba.

Kemudian lakukan counter steer (mengarahkan kemudi ke arah yang dituju sebelumnya), selanjutnya melakukan akselerasi secara halus dan bertahap.

Supaya lebih jelasnya, tonton video di bawah ini yang menunjukkan tata cara yang benar untuk menghadapi oversteer maupun understeer ini.

Sumber: http://www.otomania.com

Friday, July 7, 2017

Pentingnya Pemeriksaan Berkala Pada Sokbreker Toyota

Image result for Pentingnya Pemeriksaan Berkala Pada Sokbreker Toyota
Sumber Gambar : mobilku.org
Sokbreker adalah komponen utama pada kaki-kaki Toyota, fungsinya untuk menjaga kenyamanan saat berkendara serta untuk meningkatkan stabilitas mobil ketika lagi melaju cepat, untuk itu penting untuk merawatnya.

Selain perawatan rutin, Anda juga harus tahu apa saja yang bisa menyebabkan peredam kejut ini cepat rusak. Nah simak penjelasan lebih lanjut di bawah ini.

Salah seorang pemilik spesialis sokbreker, Edi mengungkapkan jika selain harus secara berkala diperiksa kondisinya, hal penting lain yaitu dengan memahami beberapa faktor yang dapat menyebabkan suspensi cepat mengalami kerusakan.

“Percuma jika hanya diperiksa saja kondisinya tanpa mengetahui hal apa yang bisa menyebabkannya rusak. Hasilnya akan membuat sokbreker bisa lebih awet dari masa usia normal tiga tahun,” ujar Edi, Senin (10/8/2015).

Langkah pertama adalah jangan sampai membebankan kendaraan dengan barang bawaan yang berlebihan hingga overweight.

“Mungkin ini memang jarang dilakukan, kecuali dalam suasana mudik atau mahasiswa yang sering membawa banyak teman-temannya berkendara. Namun tetap perlu diperhatikan, untuk sekedar mengantisipasi,” kata Edi.

Ia pun melanjutkan jika, karakter pengendara juga berpengaruh terhadap kondisi sokbreker.

Ketika kendaraan dipaksa bekerja keras di medan jalan yang tidak mulus atau rusak kendaraan tetap dipacu pada kecepatan yang tidak wajar, sehingga kerja suspensi menjadi berlebihan.

“Sebenarnya kondisi jalan tidak mulus tidak begitu bermasalah, jika pengemudi bisa mengendarainya dengan halus dan baik. Selain itu, mobil dengan modifikasi ceper juga bisa membuat usia suspensi berkurang,” ujar Edi.

Edi menambahkan jika sokbreker sudah berusia tua misalnya sudah 3 tahun, sebaiknya segera diganti.

Sokbreker dengan usia lebih dari tiga tahun, biasanya performanya sudah menurun yang kemudian berakibat pada bocornya oli sokbreker karena karet seal yang sudah mengeras dan usang.

Sumber: http://www.otomania.com