Tuesday, September 25, 2018

Inilah Segala Keunggulan Fitur New Nissan Terra, Tertarik Mencobanya Langsung?


Sejak diperkenalkan dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, Nissan New Terra langsung mencuri perhatian para konsumen di tanah air, yang menginginkan SUV premium bersasis tangga dengan fitur canggih.
Bagi calon konsumen yang belum sempat merasakannya, PT Nissan Motor Indonesia memberikan kesempatan untuk Anda untuk melakukan test drive di Plaza Senayan hingga 23 September 2018.
“Terra akan membawa pengalaman berkendara ke level yang lebih tinggi, dengan desain eksterior yang tangguh, kabin lega dan nyaman serta teknolgi canggih Nissan Intelligent Mobility, ” ucap President Director PT. Nissan Motor Indonesia, Eiichi Koito.
New Nissan Terra tak hanya tangguh dan praktis untuk dikemudikan di dalam kota, tapi sangat memungkinkan untuk penggunanya melepaskan diri dari kehidupan sehari-hari dan melakukan petualangan. SUV penantang Fortuner ini juga dilengkapi kursi tiga baris yang lapang untuk diisi hingga tujuh penumpang.
Keunggulan lainnya, mobil ini adalah SUV pertama yang dilengkapi dengan Intelligent Rear View Mirror, sehingga pengendara dapat melihat jalan di belakang mobil tanpa halangan, melalui monitor LCD yang terpasang.
Tak lupa ada fitur keselamatan, seperti Blind Spot Warning, Lane Departure Warning yang memastikan keselamatan kendaraan di tingkat tertinggi. Intelligent Around View Monitor dengan teknologi Moving Object Detection juga memudahkan pengendara memarkir kendaraannya.
Rasakan juga kenyamanan yang berlebih ketika melewati medan off-road, berkat fitur Hill Descent Control, Hill Start Assist dan 4WD More Switch yang menjadikan pengendara mampu menghadapi tantangan di medan apapun.
sumber : http://carreview.id

Monday, September 17, 2018

McLaren Tidak Mau Latah Buat SUV


Hal ini ditegaskan oleh  Mike Flewitt, CEO McLaren. Menurutnya, saat ini sudah ada banyak pilihan SUV dan dunia sudah tidak membutuhkannya lagi.

“Ketika kami melihat sebuah produk, ada tiga ukuran yang bisa dinilai. Pertama adalah merk, yang kedua adalah teknologi dan terakhir adalah harga. Jadi, dari segi merk, SUV hanya akan melemahkan merk McLaren. Merk dan tradisi kami adalah motorsport dan membuat mobil menyenangkan untuk dikendarai. SUV memang bagus, mereka punya kelasnya, tapi itu bukanlah mobil yang menyenangkan untuk dibawa. Mereka mengurangi kesenangan dalam berkendara,” ungkap Flewitt.

Ia pun kemudan memberi catatan pada banyaknya SUV di dunia, termasuk yang dibuat oleh VW Group telah dilengkapi dengan teknologi terbaik. Ini jugalah yang membuat McLaren enggan untuk membuat SUV saat ini

Tidak ada yang salah dengan mereka, tapi kami tidak punya teknologi untuk SUV. Ini membuat kami harus membuatnya dari nol. Dan kami tidak agoran untuk berpikir dapat bersaing dengan Range Rovers serta Cayenne dalam waktu sekejap,” tambahnya.

Terakhir adalah dari segi keuangan. Flewitt berpendapat bahwa karena McLaren tidak memiliki teknologi dan bukan yang pertama di pasar SUV menjadikan mereka semakin enggan untuk memulai membuat SUV.

“Kami harus berinvestasi dari nol dan kami tidak akan menghasilkan keuntungan untuk ini. Lantas, buat apa kami harus melakukannya? Konsumen juga tidak akan terlalu tertarik untuk mendapatkan McLaren SUV. Konsumen suka dengan yang kami lakukan sekarang,” pungkasnya. [Adi/Ari

sumber : mobil123.com

Monday, September 10, 2018

Industri Otomotif Sanggup Tingkatkan Kontribusi Ekonomi



 Pemerintah mendorong industri otomotif Indonesia terus tumbuh. Langkah ke arah itu dapat dilakukan melalui inovasi teknologi, menambah investasi, meningkatkan serapan tenaga kerja, serta menggandeng mitra lokal. Dengan cara itu, industri otomotif Indonesia dapat memacu pertumbuhan dan daya saing sektor manufaktur sehingga mampu memberikan kontribusi bagi ekonomi nasional.
Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto pada Perayaan Pencapaian Penjualan 1 Juta Unit Colt Diesel di Indonesia di Jakarta pertengahan Maret 2017. “Kami apresiasi komitmen Mitsubishi Motors yang selama ini berupaya untuk meningkatkan eksistensinya di pasar otomotif dalam negeri,” kata Menteri.
PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor (KTB) adalah distributor resmi mobil Mitsubishi yang telah memasarkan satu juta unit Colt Diesel selama 46 tahun beroperasi di Indonesia. Prestasi ini juga dicatatkan oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pencapaian penjualan truk terbanyak, terjadi pada Januari 2017.
Menperin juga menyambut baik pencapaian PT KTB yang memiliki lebih dari 200 dealer dan lebih dari 4.500 parts shop di kota-kota besar di Indonesia. “Ini berkontribusi bagi industri otomotif nasional, sekaligus mendukung pembangunan di Indonesia secara keseluruhan,” katanya.
Pada saat ini industri otomotif tampil sebagai salah satu sektor andalan dalam kebijakan industri nasional yang memiliki peran besar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. “Industri otomotif ditargetkan mampu produksi mencapai 2,5 juta unit pada tahun 2020,” katanya.
Untuk meningkatkan produksi dan penjualan otomotif di Indonesia, perlu kerjasama serta pemahaman visi dan misi antara pemerintah dengan pelaku usaha. “Melalui kesempatan ini, kami mengimbau PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors terus bersinergi dengan pemerintah meningkatkan penggunaan kandungan lokal dalam kegiatan produksinya,” katanya.
Direktur PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors Atsushi Kurita mengatakan, pencapain satu juta unit Colt Diesel merupakan rekor satu-satunya dan penjualan terbanyak yang pernah diraih dalam segmen truk. “Ini tak akan tercapai tanpa kebersamaan dan kerja keras untuk membangun brand agar bisa diterima di masyarakat dengan baik,” katanya.
Ke depan, Atsushi berharap Fuso bisa menjadi pilihan kendaraan niaga yang andal menggerakkan sektor ekonomi di Indonesia. (*)
sumber:gaikindo.or.id

Thursday, September 6, 2018

Cara Mudah Lepaskan Stiker Bodi Tanpa Meninggalkan Bekas



Pengaplikasian stiker bodi menjadi solusi jitu dalam meningkatkan tampilan kendaraan. Cara ini selain lebih hemat ketimbang pengecatan juga lebih praktis karena saat Anda bosan atau warnanya sudah memudar tinggal lepas saja.
Nah biasanya, dalam proses pelepasan stiker tidak semudah yang dibayangkan. Beberapa masalah yang sering dijumpai saat melepas stiker ini adalah stiker yang susah dilepas dan lem stiker yang membekas atau masih menempel di kaca atau bodi mobil.

Ya karena tak semua stiker berbahan vinyl atau plastik yang mudah dilepas. Di pasaran banyak jenis stiker berbahan campuran kertas sehingga harganya lebih murah. Tapi susah dilepas.
Tenang, melansir Suzuki Indonesia, Otolovers hanya perlu menyiapkan bahan dan alat sederhana untuk mengatasi masalah ini. Otolovers hanya perlu menyiapkan bensin atau minyak tanah, lap microfiber, plastik pembungkus, kuas, sabun cuci piring, dan exterior cleaner.
Caranya? Oleskan minyak tanah atau bensin secukupnya di permukaan stiker yang akan dilepas supaya material stiker menjadi lebih lunak.

Lalu, tutup permukaan stiker yang sudah diolesi, menggunakan plastik pembungkus agar minyak tanah atau bensin tersebut tidak menguap selama sekitar 10 menit. Setelahnya, buka tutup plastik pembungkus dan lepas stiker dari ujung atas.
Lakukan dengan arah menyerong. Jika dilepas dari arah kanan atas, maka arahkan tarikan ke bagian kiri bawah. Begitu sebaliknya.
Jika terdapat sisa lem, semprotkan exterior cleaner kemudian seka dengan lap microfiber yang sudah lebih dulu direndam sesaat dalam cairan sabun.
Jangan terlalu keras menekan supaya tidak menggores bodi mobil. Jika sudah, keringkan dengan kain bersih.
Mudah bukan? Tapi jika Otolovers kurang puas dengan hasilnya, bisa membawa mobil ke bengkel body paint.

sumber : liputan6.com