Friday, October 13, 2017

Tips Mengemudi Aman Saat Terjebak Macet di Tol

Image result for Tips Mengemudi Aman Saat Terjebak Macet di Tol
Sumber Gambar : asapmobil.com
Kecepatan berkendara di jalan tol relative lebih tinggi dibanding dengan berkendara di jalan raya biasa, sehingga menuntut konsentrasi penuh dari pengemudi.

Saat ini, macet kerap melanda jalan tol meskipun jalan tol di desain untuk menampung volume besar kendaraan dan kecepatan tinggi.

Jika kendaraan sudah menumpuk di jalan tol, apalagi ditambah truk bermuatan besar yang berjalan lambat, dipastikan kemacetan terjadi di jalan tol.

“Ada perbedaan karakteristik macet di jalan tol dengan jalan biasa. Di jalan tol risiko lebih kecil mengingat tidak adanya pesepeda motor dan pejalan kaki. Selain itu, lebar jalan yang cukup menjadikan risiko lebih kecil juga,” ucap Marcell Kurniawan dari Real Driving Course.

Meskipun begitu, Anda sebaiknya tidak mengurangi kewaspadaan dan kehati-hatian saat melintasi jalan tol sehingga ketika macet mulai terlihat, Anda bisa segera mengurangi kecepatan dan berhenti jika dalam keadaan macet total.

Hal diatas patut dicatat karena banyak pengemudi yang memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi begitu melihat jalan tol di depan mata. Jika tidak waspada, bisa-bisa terlambat mengerem dan tabrakan beruntun bakal terjadi.

Saat terjebak macet di jalan biasa, pengemudi punya kebiasaan ‘merapatkan barisan’ alias berhenti tepat dibelakang kendaraan lain dengan celah seminimal mungkin.

Tetapi, ketika terjebak macet di jalan tol, ada baiknya Anda sedikit memberi jarak pada kendaraan di depan.

“Untuk jaga jarak itu wajib. Caranya, kalau tinggi pengemudi diatas 170 cm, ia tetap dapat melihat ban belakang mobil di depannya. Kalau tingginya sekitar 160-169 cm, pastikan masih dapat melihat bumper mobil di depan,” lanjut Marcell.

Dalam keadaan macet, tak jarang kendaraan saling serobot untuk mendapat tempat lebih depan. Cara mengantisipasi serobotan dari kendaraan lain adalah menyiapkan mobil pada gigi 1. Begitu dua mobil di depan mulai bergerak, Anda juga harus langsung ikut bergerak.

Teknik tersebut efektif dalam menjaga jarak dengan kendaraan di depan agar tetap sama, karena celah yang membesar seringkali menjadi ruangan bagi pengemudi lain untuk menyerobot.

Tetapi, jika tetap diserobot, sebaiknya Anda mengalah agar terhindar dari serempetan yang bisa memicu pertengkaran dan emosi.


Sumber: www.autobild.co.id

0 comments:

Post a Comment